x

Ribuan Warga Desa Penyangga Demo Balai TNWK, Desak Solusi Nyata Konflik Gajah Liar

waktu baca 2 menit
Selasa, 13 Jan 2026 22:58 118 Resolusi

 

Lampung Timur | Resolusitvnews.com

Ribuan warga dari sejumlah desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Balai TNWK, Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Desa Labuhan Ratu, Selasa (13/1/2026).

Aksi yang diikuti lebih dari 3.000 massa tersebut merupakan bentuk protes terhadap pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan pengelola TNWK, terkait konflik gajah liar yang telah berlangsung bertahun-tahun dan dinilai belum pernah mendapatkan solusi konkret.

Konflik antara manusia dan satwa liar ini kembali memuncak setelah Kepala Desa Braja Asri meninggal dunia pada akhir Desember 2025. Korban tewas saat berupaya menghalau kawanan gajah liar yang masuk ke permukiman warga dan merusak tanaman padi milik masyarakat.

Warga menilai hingga kini belum terlihat langkah nyata dari pihak TNWK maupun pemerintah pusat dalam menyelesaikan konflik gajah liar yang kerap masuk ke wilayah permukiman dan lahan pertanian desa-desa penyangga.

Tewasnya kepala desa tersebut memicu kemarahan sekaligus keresahan masyarakat. Mereka mengaku hidup dalam ketakutan karena kawanan gajah liar masih sering muncul di sekitar permukiman, sehingga dikhawatirkan dapat kembali menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut diisi dengan penyampaian sejumlah tuntutan. Massa mendesak pemerintah agar segera menghentikan konflik gajah liar TNWK yang masuk ke desa-desa penyangga, khususnya di 23 desa yang tersebar di beberapa kecamatan di Lampung Timur.

Selain itu, warga menuntut tanggung jawab Kementerian Kehutanan RI dan pengelola TNWK atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan lahan pertanian dan permukiman akibat konflik gajah liar tersebut.

Massa juga secara tegas menolak wacana pengalihan fungsi lahan dari zona inti menjadi zona pemanfaatan. Mereka mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi hutan TNWK serta kebijakan perizinan pemanfaatan lahan yang dinilai telah merusak habitat satwa liar.

Kebijakan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu penyebab terganggunya habitat gajah, sehingga mendorong satwa tersebut keluar dari kawasan hutan dan masuk ke wilayah permukiman warga.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Warga menyatakan akan terus menyuarakan aspirasi mereka hingga pemerintah memberikan solusi nyata yang berpihak pada keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat desa penyangga TNWK.

(Tim)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x